Kunjungan Tim Peneliti MORA The Air Funds 2025 ke UNSIQ: Perkuat Sinergi Riset, Dorong Tata Kelola Kampus Berbasis Lingkungan dan Nilai Qur’ani
Wonosobo, 30 April 2026 — Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman yang adaptif terhadap perkembangan global melalui penerimaan kunjungan Tim Peneliti MORA The Air Funds Tahun 2025 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN KH Saifuddin Zuhri Purwokerto. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) ini bertempat di Gedung Rektorat lantai 2 UNSIQ dan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan konstruktif.Kedatangan tim peneliti disambut langsung oleh Wakil Rektor I UNSIQ, Prof. Dr. Sri Haryanto, M.Pd., didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk unsur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPA). Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring kerja sama riset antarperguruan tinggi Islam serta membuka ruang dialog strategis terkait pengembangan kampus berbasis lingkungan dan nilai-nilai keislaman.Kegiatan utama dalam kunjungan ini dikemas dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk menggali data komprehensif mengenai tata kelola UNSIQ sebagai institusi pendidikan tinggi. Diskusi mencakup berbagai aspek penting, di antaranya sejarah berdiri UNSIQ, status dan pengelolaan lahan, kebijakan pembangunan kampus, hingga implementasi kurikulum, khususnya yang berkaitan dengan konsep UI Green Campus dan pendekatan ekoteologi dalam pendidikan tinggi Islam.Ketua LPPA UNSIQ, Noer Azis Jaffar, M.Pd., dalam pemaparannya menjelaskan perjalanan historis UNSIQ yang dimulai sejak tahun 1988 sebagai Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ). Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang lebih luas, institusi ini kemudian bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2001. Transformasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas cakupan keilmuan tanpa meninggalkan identitas utama sebagai kampus berbasis Al-Qur’an.“Sejak awal berdiri hingga saat ini, UNSIQ terus berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dalam seluruh aspek tridarma perguruan tinggi, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Noer Azis.Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor I UNSIQ, Prof. Dr. Sri Haryanto, M.Pd., menyampaikan bahwa hingga saat ini UNSIQ belum secara spesifik mengimplementasikan kurikulum berbasis ekoteologi sebagai mata kuliah tersendiri. Namun demikian, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan telah terinternalisasi secara tidak langsung melalui pendekatan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) berbasis Qur’ani yang menjadi ciri khas UNSIQ.“Kurikulum kami saat ini berorientasi pada capaian pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Konsep ekoteologi sebenarnya memiliki irisan dengan nilai-nilai tersebut, hanya saja belum diformalkan dalam bentuk kurikulum khusus,” jelasnya.Lebih lanjut, beliau juga menambahkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Wonosobo yang masih hijau, asri, dan berada di kawasan pedesaan menjadi keunggulan tersendiri bagi UNSIQ dalam mengembangkan lingkungan kampus yang alami dan berkelanjutan. Hal ini turut mendukung terciptanya atmosfer akademik yang nyaman serta selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.Dari aspek infrastruktur, UNSIQ juga menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Seluruh proses pembangunan kampus telah melalui tahapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi perizinan. Adapun total luas lahan yang dimiliki UNSIQ meliputi Kampus 1 seluas 15.614,87 m², Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) seluas 2.645,83 m², serta Kampus 2 seluas 55.803,21 m², dengan total luas bangunan mencapai 18.686 m².Sementara itu, Tim Peneliti MORA The Air Funds 2025 yang hadir dalam kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Dewi Pramitha, M.Pd.I., dengan anggota Dr. Farah Nuri Izza, Lc., M.A., Faridatun Nikmah, M.Pd., Shobihatul Fitroh N., M.Pd., serta Puji Lestari, S.E. Mereka tengah melaksanakan penelitian dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Spasial Edukatif untuk Tata Kelola dan Pembelajaran Berbasis Lahan di Lembaga Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Islam dan Strategi Adaptif Indonesia–Belanda.”Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi berbasis spasial yang dapat digunakan sebagai media edukatif sekaligus alat bantu dalam pengambilan kebijakan tata kelola lahan di lembaga pendidikan Islam. Selain itu, penelitian ini juga mengangkat pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pengelolaan lingkungan, serta strategi adaptif yang dapat diadopsi dari praktik internasional, khususnya kolaborasi Indonesia–Belanda.Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, berbagai gagasan dan pengalaman dibagikan oleh kedua belah pihak. UNSIQ sebagai tuan rumah memberikan gambaran nyata mengenai praktik tata kelola kampus berbasis nilai Qur’ani, sementara tim peneliti menghadirkan perspektif konseptual dan inovatif terkait pengembangan sistem berbasis lingkungan dan teknologi.Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam yang lebih responsif terhadap isu-isu lingkungan global. Selain itu, sinergi ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pesantren dan perguruan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dalam aspek tata kelola berbasis lahan, keberlanjutan lingkungan, serta integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman.Sebagai penutup, Wakil Rektor I UNSIQ menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kerja sama yang terjalin. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam bentuk program-program penelitian maupun pengabdian yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat tidak hanya bagi dosen dan institusi, tetapi juga bagi pengembangan keilmuan dan pembangunan pendidikan Islam yang berkelanjutan,” pungkasnya.
