Workshop Penyusunan Dokumen SPMI dan Singkronisasi Dokumentasi Program Studi Digelar oleh LPM UNSIQ
Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo melalui Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sinkronisasi Dokumentasi Program Studi di tingkat UPPS dan Program Studi pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh berbagai unsur pimpinan perguruan tinggi serta pengelola mutu dari berbagai institusi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.Workshop ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola penjaminan mutu internal perguruan tinggi, khususnya dalam penyusunan dokumen SPMI yang selaras antara tingkat Universitas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan Program Studi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi terkait sinkronisasi dokumentasi akademik dan mutu dalam menghadapi tuntutan akreditasi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Prof. Dr. Sri Haryanto, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya budaya mutu yang harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.“SPMI bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi ruh dalam pengelolaan perguruan tinggi yang berkualitas. Seluruh unsur universitas harus memiliki komitmen yang sama untuk membangun sistem mutu yang terintegrasi dan berkesinambungan,” ungkapnya.Workshop menghadirkan narasumber utama, Ns. Okti Sri Purwanti, S.Kep., M.Kep., Sp.KMB, yang menyampaikan materi secara komprehensif terkait strategi penyusunan dokumen SPMI yang efektif, sistematis, dan sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi terbaru. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya keterpaduan antara dokumen mutu universitas, UPPS, dan program studi agar implementasi penjaminan mutu dapat berjalan optimal.Beliau juga menekankan bahwa sinkronisasi dokumen tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akreditasi, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi dan pengembangan institusi secara berkelanjutan. Peserta diberikan pemahaman teknis mengenai penyusunan kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu, hingga formulir dan dokumen pendukung lainnya yang harus terintegrasi antarunit.Workshop ini diikuti oleh pimpinan rektorat, dekanat fakultas, ketua program studi, tim penyusun SPMI, serta unsur pengelola mutu internal di lingkungan UNSIQ. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para peserta eksternal, khususnya perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi SPMI di masing-masing institusi, mulai dari penyelarasan dokumen, penguatan eviden mutu, hingga strategi menghadapi asesmen lapangan akreditasi. Diskusi interaktif tersebut menjadikan workshop berlangsung dinamis dan memberikan banyak wawasan praktis bagi seluruh peserta.Ketua panitia dari LPM UNSIQ menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas tata kelola dokumen mutu di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antar lembaga penjaminan mutu di wilayah Jawa Tengah.Dengan terselenggaranya workshop ini, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo berharap seluruh program studi dan UPPS mampu menyusun dokumen mutu yang terintegrasi, adaptif, dan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen UNSIQ dalam meningkatkan budaya mutu akademik demi mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
