Berita

Parade Tilawah, Pembinaan Qori'-Qori'ah dan UNSIQ Bersholawat

Wonosobo – Universitas Sains Al-Qur`an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Parade Tilawah, Pembinaan Qori`-Qori`ah dan UNSIQ Bersholawat bersama Sayyid Zulfikar Asyaibani Al-Idrisi, Qori` Internasional asal Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 18 Juni 2026 di Masjid Baitul Qur`an KH. Muntaha Al-Hafidz Kampus 2 UNSIQ.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat syiar Al-Qur`an. Pesertanya sekitar 300 orang dari berbagai kalangan, yakni mahasiswa, siswa SLTA, akademisi, para utusan kecamatan se-Kabupaten Wonosobo, tokoh agama dan pimpinan ormas Islam.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNSIQ beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika UNSIQ. Turut hadir pula tamu undangan dari berbagai lembaga dan organisasi keagamaan, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Jami'iyyatul Qurra` wal Huffazh (JQH) Kabupaten Wonosobo. Hadir pula para penghulu muda dan penyuluh agama Islam Kabupaten Wonosobo yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan seni baca Al-Qur`an di kalangan generasi muda.

Rektor UNSIQ, Dr. H. Z. Sukawi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memberikan motivasi kepada para qori` dan qori`ah untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang telah dianugerahkan Allah SWT melalui seni baca Al-Qur`an.

"Potensi dan bakat yang dimiliki hendaknya terus diasah dan dikembangkan sebagai sarana syiar Islam serta upaya membumikan Al-Qur`an di tengah masyarakat. Seni baca Al-Qur`an bukan hanya sebuah keterampilan, tetapi juga media dakwah yang mampu menyentuh hati umat," ungkapnya.

Sementara itu, dalam sesi pembinaan tilawah, Sayyid Zulfikar Asyaibani memberikan berbagai motivasi dan pengalaman kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya istiqomah dalam berlatih dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan proses belajar seni baca Al-Qur`an.

Menurutnya, di era digital saat ini para qori` dan qori`ah dapat dengan mudah mengakses berbagai referensi bacaan dari qori`-qori` internasional, baik dari Timur Tengah maupun Indonesia, melalui media sosial dan berbagai platform digital lainnya.

"Belajar seni baca Al-Qur`an saat ini jauh lebih mudah dibandingkan era 1990-an ke bawah. Berbagai contoh tilawah dari qori` internasional dapat diakses kapan saja melalui media sosial. Karena itu, manfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas bacaan dan kemampuan tilawah," jelasnya.

Namun demikian, Sayyid Zulfikar juga memberikan pesan penting kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga keikhlasan hati dalam menekuni Seni Baca Al-Qur`an. "Jangan sampai tujuan utama bergeser hanya untuk mencari popularitas atau prestise kejuaraan. Niatkan semuanya untuk syiar Islam dan mengagungkan kalam Allah. Teruslah berlatih, kembangkan bakat, dan tetap berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ). Biarkan prestasi dan kejuaraan menjadi akibat dari kesungguhan dan istiqomah kita dalam berlatih," pesannya.

Dalam kegiatan ini juga tampil para qori` qori`ah dari kalangan mahasiswa dan alumni UNSIQ yang tampil suara merdu dan menunjukkan kompetensi mereka di bidang Tilawatil-Qur`an (Seni Baca Al-Qur`an).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan UNSIQ Bersholawat yang diiringi oleh UKM IPQOSH (Ikatan Parade Qori`-Qori`ah dan Sholawat) UNSIQ. Lantunan sholawat yang menggema di Masjid Baitul Qur`an KH. Muntaha Al-Hafidz menambah kekhidmatan acara sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di antara peserta, tamu undangan, dan civitas akademika UNSIQ.

Melalui kegiatan ini, UNSIQ kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berbasis Al-Qur`an yang terus mendorong lahirnya generasi qori` dan qori`ah yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman hidup dan sarana syiar Islam di tengah masyarakat.