Berita

Pertemuan Pesantren se-Wonosobo dan Sosialisasi Program Mahasiswa Nyantri

Wonosobo – LTPQ-KINA Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menyelenggarakan kegiatan pertemuan pesantren se-Wonosobo dalam rangka Sosialisasi Program Kuliah Plus Ngaji (Mahasiswa Nyantri).Kegiatan ini mengundang 35 peserta perwakilan dari Pesantren Mahasiswa (Ponpesma UNSIQ) dan pesantren-pesantern mitra UNSIQ di Kalibeber dan sekitarnya. Wakil Rektor I UNSIQ, Prof. Dr. Sri Haryanto, M.Pd.I., selaku Pemateri Utama, dalam paparannya menyampaikan bahwa dasar diselenggerakannya Program Kuliah Plus Ngaji adalah Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2026. Program ini merupakan pencirian UNSIQ sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren. Program ini wajib bagi mahasiswa baru UNSIQ mulai tahun akademik 2026/2027 selama 2 semester (semester 1 dan 2). Mahasiswa memiliki kebebasan memilih tempat mengajinya, baik di pesantren mahasiswa, pesantren mitra, majlis taklim, atau unit pembinaan yang ditetapkan oleh Universitas. Tujuan dari program ini adalah agar mahasiswa memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, kematangan akhlak, kultur Qur'ani, dan menjadi lulusan UNSIQ yang bermutu.

Prof. Haryanto menyampaikan harapan besar pada pihak pesantren untuk memberikan pengajaran, pembimbingan dan pembinaan kepada para mahasiswa yang nyantri. Ruang lingkup pembinaannya meliputi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), kajian keislaman, ibadah harian, dan etika/adab. Mahasiswa melaporkan kegiatan mengajinya melalui flatform digital e-Santri.

Poin-poin isi Peraturan Rektor yang disampaikan oleh Wakil Rektor I tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh LTPQ-KINA dalam bentuk Buku Panduan Program Kuliah Plus Ngaji dan akan dikoordinasikan dengan semua fakultas di lingkungan  UNSIQ mengenai pelaksanaannya. Secara lebih teknis, program ini akan dilaksanakan di bawah koordinasi Pusat KIP-KIN bersama program-program studi di UNSIQ