KPM Berdampak Berbasis Qur’anic Empowerment dan SDGs Tahun 2026
Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo secara resmi menerjunkan 1.004 mahasiswa dalam Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ke-53 ke Kabupaten Banjarnegara. Para mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 76 desa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “KPM Berdampak Berbasis Qur’anic Empowerment dan SDGs Tahun 2026.”
Penerjunan mahasiswa KPM ke-53 dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Aula Sasana Bhakti Praja SETDA Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan menjadi momentum resmi dimulainya pelaksanaan KPM UNSIQ di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan penerjunan diawali dengan registrasi tamu dan peserta, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNSIQ, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua BP-KPM, Dr. Muhamad Yusuf Amin Nugroho, M.Pd.I., menyampaikan laporan pelaksanaan KPM ke-53.
Dalam rangkaian acara tersebut, Wakil Rektor 1 UNSIQ yaitu bapak Prof Sri Haryanto, M.Pd,I. memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pernyataan penerjunan mahasiswa KPM ke-53. Setelah itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko, S.Sos., memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pernyataan penerimaan mahasiswa KPM UNSIQ ke-53 di Kabupaten Banjarnegara.
Penerjunan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran 1.004 mahasiswa UNSIQ di 76 desa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Dengan mengusung pendekatan Qur’anic Empowerment dan Sustainable Development Goals (SDGs), pelaksanaan KPM ke-53 diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi mampu membangun pemberdayaan yang memberikan dampak dan mendorong kemandirian masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an menjadi landasan dalam pelaksanaan pengabdian, sementara prinsip SDGs menjadi salah satu kerangka dalam mengembangkan program yang berorientasi pada keberlanjutan.
Penerjunan mahasiswa KPM UNSIQ ke-53 juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNSIQ.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama BP-KPM. Sebelumnya, juga dilakukan penyerahan kartu BPJS kepada peserta KPM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penerjunan.
Melalui KPM ke-53 ini, UNSIQ berharap 1.004 mahasiswa yang diterjunkan mampu menjadi agen perubahan yang hadir, belajar, dan bekerja bersama masyarakat di 76 desa Kabupaten Banjarnegara. Pengabdian tersebut diharapkan menghasilkan program yang tidak hanya terlaksana selama masa KPM, tetapi juga meninggalkan manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
