Berita

Rektor UNSIQ Jadi Narasumber Diskusi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Penyelesaian Konfl

Wonosobo - Rektor Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah di Wonosobo mengingatkan agar peran masyarakat bisa lebih ditingkatkan. Peran tersebut menjadi penting di era sekarang ini dalam kerangka kebangsaan, mengingat Indonesia dibangun dalam kebinekaan. Penegasan tersebut disampaikan di hadapan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kabupaten Wonosobo, Sabtu (11/12/2021).

Dalam acara yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng di sesa Buntu, Kecamatan Kejajar Wonosobo dihadiri sejumlah ormas dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Diskusi “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Penyelesaian Konflik Sosial” juga turut menghadirkan narasumber dari Kesbangpol Jateng, Rektor Unsiq yang sekaligus menjabat sebagai ketua FKUB Wonosobo, Ketua FKUB Banyumas, Diah Ismoyo Wati seorang peneliti dan Tokoh masyarakat desa Buntu.

Rektor Unsiq, Dr. H. Z. Sukawi., M.A lantas menguraikan, pendiri bangsa sudah menyepakati mengenai bentuk kenegaraan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memiliki beragam agama, suku, ras dan sebagainya, Indonesia bukanlah sebuah negara yang hanya berdasarkan agama. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat hendaknya mencakup keseluruhan tanpa memandang golongan apa pun.

“Intoleransi dan radikalisme sekarang ini menjadi tantangan tersendiri di era sekarang ini. Era dengan informasi yang datang begitu cepat dengan akurasi yang benyak dipertanyakan. Masyarakat jangan mudah terhasut dengan perbedaan yang ada,” ucapnya.

Beliau juga menghimbau agar semua elemen masyarakat terus memelihara kedamaian dalam masyarakat, bekerja sama untuk terus menciptakan suasana aman dengan melaporkan sesegera mungkin setiap persoalan yang muncul agar dapat ditangani hingga tuntas.